PELATIHAN Perencanaan Strategis dengan Model Bisnis Generasi
TRAINING Perencanaan Strategis dengan Model Bisnis Generasi
PELATIHAN Perencanaan Strategis dengan Model Bisnis Generasi

Tujuan PELATIHAN Perencanaan Strategis dengan Model Bisnis Generasi :
* Managers know the big picture on the running business unit.
* Managers understand all aspect on business functions across finance, operation, marketing, learning/growth and customer.
* Managers can align with other dept and creating internal value chain
* Managers can improve its department performance by executing project improvement plan
Materi PELATIHAN Perencanaan Strategis dengan Model Bisnis Generasi :
Day 1: Strategic level and Helicopter View
1. Results of research on: Why companies can be successful.
+ From 7s to BSC.
+ The latest research: 7 essentials of high growth companies ( David G. Thomson)
2. Results of research on: Why even successful companies could fail.
+ From Billion Dollar Lessons to
+ How the Mighty Fall ( Jim Collins )
3. Differentiate ( Uniqueness ) or Die
4. 5Cs : Company – Customers- Competitors – Changes – Collaboration
5. Achieving Vision and Mission through Strategy Map and Balanced Scorecard
6. Business Model – Source of Revenues
7. Strategies for riding a tidal wave of business 2011 + Cases
Day 2 : Turning Strategy into Execution
Customer Centric for All Manager
* How customers think
* Indonesian consumer behaviors
* 3 segments
* Strategy for each segment ( Treacy Wieserma )
* Understanding Marketing Metrics
Internal Process / Operations Management for All Managers
* Process analysis / Process FlowChart
* Measuring Process Performance
* Improving Quality : DMAIC and ServQual
* Supply Chain Strategy
Leveraging Human Capital for All Managers
* Memotivasi manager non HR untuk turut memikirkan SDM
* Internalizing Corporate Culture in each Business Unit
Small Project Management in Business Unit for Continuous Improvement
Project Initiation
* Finding gaps : problem OR opportunity
* Funneling and prioritizing
* General Aims: Project Objective (what will be achieved by when)
* Initial Risk(s)
* Project Deliverables (what will be delivered by when)
* Shareholder analysis
* Success Criteria (what will meet or exceed the expectation of each stakeholder)
Deliverable / Output:
* Strategy Map and Balanced Scorecard
* Pemilihan Marketing Strategy
* 1-page Strategic Planning ( used in Astra and Triputra )
* Motivating employees with NON-MONETARY approach
* Small Project (Revenue Improvement OR Cost Reduction )
Instructor
Daniel Saputro, MM., MBA.
Jadwal Pelatihan Jakarta Training 2026 :
Batch 1 : 05-06 Januari 2026 | 19-20 Januari 2026 || Batch 2 : 02-03 Februari 2026 | 18-19 Februari 2026
Batch 3 : 05 – 06 Maret 2024 | 19 – 20 Maret 2024 || Batch 4 : 03 – 04 April 2024 | 23 – 24 April 2024
atch 5 : 07 – 08 Mei 2024 | 21 – 22 Mei 2024 || Batch 6 : 05 – 06 Juni 2024 | 25 – 26 Juni 2024
Batch 7 : 06-07 Juli 2026 | 20-21 Juli 2026 || Batch 8 : 03-04 Agustus 2026 | 19-20 Agustus 2026
Batch 9 : 07-08 September 2026 | 21-22 September 2026 || Batch 10 : 05-06 Oktober 2026 | 19-20 Oktober 2026
Batch 11 : 02-03 November 2026 | 16-17 November 2026 || Batch 12 : 07-08 Desember 2026 | 14-15 Desember 2026
–
Catatan: Jadwal tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta.Training Afe Budget Migas Jakarta Fixed Running
Biaya dan Lokasi Pelatihan : Pelatihan Estimasi Biaya Proyek Afe Di Jakarta
Training Efe Project Pasti Jalan
- Yogyakarta, Hotel Dafam Malioboro
- Jakarta, Hotel Amaris Tendean
- Bandung, Hotel Golden Flower
- Bali, Hotel Ibis Kuta
Catatan :Biaya diatas belum termasuk akomodasi/penginapan.Training Estimasi Biaya Proyek Afe Jakarta Pasti Running
Investasi Pelatihan Jakarta Training: Pelatihan Efe Project Di Jakarta
- Investasi pelatihan selama tiga hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel free to contact us.
- Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.
Fasilitas Pelatihan di Jakarta Training: Training Afe Budget Preparation Skills Of Oil & Gas Projects Di Jakarta Murah
-
- Hotel
- Module / Handout
- FREE Flashdisk
- Sertifikat
- FREE Bag or bagpackers (Tas Training)
- Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)
- 2xCoffe Break & 1 Lunch, Dinner
- FREE Souvenir Exclusive
- Training room full AC and Multimedia
Technorati Tags: training afe budget preparation skills of oil & gas projects di jakarta,training afe budget migas di jakarta,training estimasi biaya proyek afe di jakarta,training efe project di jakarta,pelatihan afe budget preparation skills of oil & gas projects di jakarta


Pelatihan strategic planning ini dikembangkan untuk memberikan pengetahuan praktis akan proses dan pengalaman dalam mengembangkan Perencanaan Strategis sebuah organisasi.
Perencanaan yang matang sangat diperlukan pada organisasi penyedia layanan Perbangkan , mengingat kompleksitas permasalahan dan tantangan yang dihadapinya. Mulai dari isu perubahan pola pembiayaan Anggaran , pengelolaan sumber daya manusia yang “padat” akan standar kompetensi, banyaknya regulasi tentang perbankan , biaya operasional yang sulit dikendalikan, risiko piutang tidak tertagih, risiko tuntutan Nasabah , sampai dengan isu persaingan global. Dokumen perencanaan tidak lain merupakan sebuah kontrak manajemen tentang apa yang akan dijalankan dalam beberapa tahun kedepan.
Pelatihan ini di peruntukkan untuk memberikan kesempatan bagi partisipan dari sektor pemerintahan dan swasta akan Strategic Performance Management. Selama workshop, partisipan bukan hanya mengikuti pelatihan akan teori dan pendekatan dari strategic performance management, tetapi juga ada latihan-latihan yang menggunakan kasus nyata sehari-hari.
Pelatihan ini akan memberikan Anda panduan bagaimana mengelola dan melakukan Strategic Marketing Sales Plan (SMSP) yang efektif. SMSP meliputi perencanaan atas komponen Produk, Harga & Biaya, Distribusi (agar konsumen/pelanggan mudah mendapatkan), Promosi & Komunikasi serta infrastruktur yang diperlukan.
Manajemen Logistik adalah proses perencanaan, implementasi serta pengendalian persediaan dan aliran material sejak dari titik asal sampai konsumsi dalam rangka memenuhi kebutuhan konsumen/ user secara efektif dan efisien. Dengan kata lain, sistem logistik memiliki dua objektif utama yaitu pelayanan terbaik dan minimasi biaya.
‘HR kurang berperanan dalam men support strategi Perusahaan?’, concern itu selalu menjadi main concern dari CEO ataupun BOD. HR dianggap hanya sibuk dengan dirinya sendiri dan dengan rutinitas administrasi yang dijalaninya. Top manajemen kemudian selalu menuntut agar HR lebih berperan secara strategis di dalam Perusahaan. Namun, pertanyaan yang muncul pertama-tama adalah: ‘Bagaimana caranya me link strategi perusahaan dengan sistem dan policy HR?’, ‘Bagaimana mendisain suatu sistem HR yang strategik sehingga strategi perusahaan dapat lebih cepat di-cascading ke dalam strategi HR?’
Organisasi di berbagai belahan dunia telah mengembangkan berbagai metode untuk meningkatkan peran SDM nya secara optimal dalam rangka untuk memastikan tercapainya strategi dan sasaran organisasi. Hal ini disebabkan karena organisasi tengah bergeser menjadi organisasi yang berfokus pada strategi (Strategy Focus Organization).
Proses Human Capital Management merupakan sebuah kemampuan kolektif yang harus dimiliki oleh Human Resource (HR) atau Sumber Daya Manusia (SDM) dalam perusahaan. Sebab disinilah aset-aset sumber daya manusia dikelola, mulai dari awal seseorang masuk menjadi bagian dalam perusahaan hingga menempatkan mereka pada posisi yang tepat agar dapat meningkatkan nilai bisnis dalam perusahaan.
Kebutuhan akan barang dan keterbatasan cash flow yang dimiliki oleh perusahaan adalah dua masalah yang dialami oleh pelaksana Account Payable. Satu sisi perusahaan dituntuk untuk terus berproduksi memenuhi kebutuhan pelanggan, namun di sisi yang lain perusahaan tidak selalu memiliki kecukupan dana untuk membayar semua aktivitas pembeliannya. Akibatnya sering salah satu dari masalah tesebut dikorbankan. Namun mengorbankan salah dari keduanya ini bukan tanpa resiko. Menunda pembelian barang akan berdampak pada penurunan sales, atau bahkan hilangnya keberlanjutan order. Tapi jika menunda pembayaran, supplier akan menolak untuk mengirimkan barang berikutnya. Akibatnya perusahaan akan gagal berproduksi, dan gagal pula untuk delivery barang dan jasa.