REGULAR TRAINING
IN HOUSE TRAINING
ONLINE TRAINING

Our Services

Penyedia Informasi Training di Jakarta

Enginering

Merancang konsep riset, Perancangan proyek,Inovasi Produk, Pengembangan sistem, Mensupervisi pekerjaan teknolog,teknisi dan pekerja.

Manajemen

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharpkan dapat memahami konsep dasar manajemen, sehingga peserta mampu berpikir secara komprehensif tentang masalah pengelolaan. Selain itu, peserta dipacu untuk memahami gejala-gejala manajerial melalui konsep-konsep manajemen yang umum dikenal oleh masyarakat.

Administrasi

Dengan mengikuti pelatihan ini, diharapkan pemahaman atas konsep dasar, proses, dan penyusunan laporan keuangan, dapat menambah kemampuan dalam proses dan penyusunan laporan keuangan, serta membantu peserta memahami bisnis yang digeluti atau perusahaan dimana mereka bekerja.

Our Portfolio

KENAPA MEMILIH KAMI ?

TRAINING LEADERSHIP & TEAMWORK BUILDING
TRAINING LEADERSHIP & TEAMWORK BUILDING
TRAINING MANUFACTURING PROCESS TO USE METAL FORMING
TRAINING MANUFACTURING PROCESS TO USE METAL FORMING
TRAINING EFFECTIVE SKILLS FOR SECRETARY & ADMINISTRATION STAFF
TRAINING EFFECTIVE SKILLS FOR SECRETARY & ADMINISTRATION STAFF
TRAINING POWERFUL PRESENTATION WITH MULTIMEDIA
TRAINING POWERFUL PRESENTATION WITH MULTIMEDIA

Recent Updates

Our latest news

Training decision making skills
TRAINING PROBLEM SOLVING, CONFLICT HANDLING & DECISION MAKING

TRAINING PROBLEM SOLVING, CONFLICT HANDLING & DECISION MAKING

Deskripsi

Kemampuan pemecahan masalah, penanganan konflik, dan pengambilan keputusan merupakan kompetensi inti dalam efektivitas kepemimpinan dan kinerja organisasi. Dalam buku Thinking, Fast and Slow karya Daniel Kahneman dijelaskan bahwa proses pengambilan keputusan manusia dipengaruhi oleh dua sistem berpikir—intuitif dan analitis—yang dapat menimbulkan bias jika tidak dikelola dengan baik. Sementara itu, Getting to Yes oleh Roger Fisher dan William Ury menekankan pentingnya pendekatan berbasis kepentingan (interest-based negotiation) dalam menangani konflik secara konstruktif. Literatur tersebut menunjukkan bahwa pelatihan terstruktur dalam problem solving, conflict handling, dan decision making dapat meningkatkan kualitas keputusan serta memperkuat kolaborasi tim dalam organisasi.

Lalu, mengapa pelatihan ini penting untuk diikuti?

Karena setiap organisasi menghadapi tantangan masalah kompleks dan potensi konflik antar individu maupun tim; tanpa kemampuan analisis yang sistematis dan pendekatan penyelesaian konflik yang tepat, keputusan yang diambil dapat merugikan kinerja dan hubungan kerja, sehingga melalui pelatihan ini peserta mampu membuat keputusan yang objektif, menyelesaikan konflik secara profesional, dan meningkatkan efektivitas tim.

Read More

Training menangani keberatan
TRAINING HANDLING CUSTOMER OBJECTIONS

TRAINING HANDLING CUSTOMER OBJECTIONS

Deskripsi

Keberatan pelanggan (customer objections) merupakan bagian alami dari proses penjualan dan sering kali menjadi indikator ketertarikan, bukan penolakan akhir. Dalam buku SPIN Selling karya Neil Rackham dijelaskan bahwa keberatan pelanggan sering muncul ketika penjual belum sepenuhnya menggali kebutuhan atau nilai solusi yang ditawarkan. Selain itu, dalam The Psychology of Selling oleh Brian Tracy ditegaskan bahwa kemampuan menangani keberatan dengan empati dan teknik komunikasi persuasif berkontribusi signifikan terhadap peningkatan rasio closing. Literatur tersebut menunjukkan bahwa pelatihan khusus dalam menangani keberatan pelanggan dapat meningkatkan kepercayaan diri tenaga penjual serta memperkuat hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Lalu, mengapa pelatihan ini penting untuk diikuti?

Karena keberatan pelanggan sering menjadi hambatan utama dalam proses penjualan; tanpa strategi yang tepat, tenaga penjual dapat kehilangan peluang transaksi, sehingga melalui pelatihan ini peserta mampu memahami akar keberatan, merespons secara profesional dan persuasif, serta mengubah keberatan menjadi peluang untuk memperkuat kepercayaan dan meningkatkan keberhasilan penjualan.

Read More

Training manajemen risiko TI
TRAINING AUDIT TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI

TRAINING AUDIT TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI

Deskripsi

Audit tata kelola teknologi informasi (TI) bertujuan memastikan bahwa pengelolaan TI selaras dengan tujuan bisnis, risiko terkelola dengan baik, serta sumber daya TI digunakan secara efektif dan efisien. Kerangka kerja COBIT yang dikembangkan oleh ISACA* menekankan bahwa tata kelola TI harus mencakup evaluasi, pengarahan, dan pemantauan untuk menciptakan nilai dan memitigasi risiko. Selain itu, dalam buku IT Governance karya Peter Weill dan Jeanne W. Ross dijelaskan bahwa perusahaan dengan praktik tata kelola TI yang efektif memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan organisasi yang tidak memiliki struktur pengawasan TI yang jelas. Oleh karena itu, audit tata kelola TI menjadi instrumen penting dalam memastikan akuntabilitas, kepatuhan, dan pencapaian nilai bisnis melalui teknologi.

Lalu, mengapa pelatihan ini penting untuk diikuti?

Karena ketergantungan organisasi terhadap teknologi informasi semakin tinggi, sehingga tanpa audit dan tata kelola yang baik, risiko seperti kebocoran data, kegagalan sistem, dan ketidaksesuaian regulasi dapat berdampak signifikan terhadap operasional dan reputasi; melalui pelatihan ini peserta mampu memahami kerangka kerja audit TI, mengidentifikasi kelemahan pengendalian, serta memberikan rekomendasi perbaikan yang bernilai strategis bagi organisasi.

Read More

Training HSE management drilling operations
TRAINING ONSHORE DRILLING SAFETY OPERATIONS HSE ASPECTS IN ONSHORE DRILLING OPERATIONS

TRAINING ONSHORE DRILLING SAFETY OPERATIONS HSE ASPECTS IN ONSHORE DRILLING OPERATIONS

Deskripsi

Operasi pengeboran darat (onshore drilling) memiliki risiko tinggi yang meliputi blowout, paparan gas berbahaya, kebakaran, serta kecelakaan kerja akibat peralatan berat dan tekanan tinggi. Dalam Drilling Engineering karya J. J. Azar dan G. Robello Samuel dijelaskan bahwa pengendalian sumur (well control) dan penerapan prosedur keselamatan merupakan faktor krusial dalam mencegah insiden besar selama operasi pengeboran. Selain itu, pedoman keselamatan industri migas yang diterbitkan oleh International Association of Oil & Gas Producers menegaskan pentingnya penerapan sistem manajemen HSE (Health, Safety, and Environment) untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan dampak lingkungan. Oleh karena itu, kompetensi HSE dalam operasi pengeboran darat menjadi persyaratan utama dalam menjaga keselamatan pekerja, aset, dan lingkungan.

Lalu, mengapa pelatihan ini penting untuk diikuti?

Karena operasi pengeboran darat memiliki tingkat risiko keselamatan dan lingkungan yang tinggi; tanpa pemahaman yang kuat mengenai aspek HSE, prosedur well control, dan manajemen risiko, potensi kecelakaan serius dapat terjadi, sehingga melalui pelatihan ini peserta mampu menerapkan standar keselamatan yang ketat, mengurangi risiko insiden, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi industri migas.

Read More