PELATIHAN Matikan, Berputar dan Manajemen Pemeliharaan Outages
TRAINING Matikan, Berputar dan Manajemen Pemeliharaan Outages
PELATIHAN Matikan, Berputar dan Manajemen Pemeliharaan Outages
Deskripsi PELATIHAN Matikan, Berputar dan Manajemen Pemeliharaan Outages
Shutdown, turn around or Outages Maintenance has typical characteristics, that’s different from other type of maintenance. This type of maintenance requires huge resource, because the volume of work which has to be handled is quite huge too. The schedule is usualy very tight, where thousands of tasks should be done in just a few days.
STO Maintenance needs a very good Planning, Scheduling and Project Management approach. Because the volume of the work is quite huge, it is not uncommon to settle a seperate unit of maintenance to handle this type of maintenance.
Materi PELATIHAN Matikan, Berputar dan Manajemen Pemeliharaan Outages
1. Introduction
+ Overview of Maintenance Management
+ Maintenance Stratgey & Planning
+ Organization and Role
2. Shutdown, turnaround & Outage (STO) Planning and Scheduling
+ Work order Concept
+ Bakclog Management
+ STO Planning
+ STO Scheduling
3. STO Monitoring and Control
+ Monitoring and Control
+ Key Performance Indicator
+ Inventory
+ Contract and budgeting
+ Computerized Maintenance Management System
4. Safety, Quality and Risk Management
* Managing safety and Quality
* Risk Management
Tujuan PELATIHAN Matikan, Berputar dan Manajemen Pemeliharaan Outages
* Review the concept of Maintenance Management
* Introduce a typical STO Maintenance Management Process
+ STO Work / task identification
+ Planning and Scheduling
+ Monitoring and Control
+ Inventory
+ Project management
+ Savety, quality and risk management
Instruktur :
Ir. Rahmat Priyo Handono, MM.
Jadwal Pelatihan Jakarta Training 2026 :
Batch 1 : 05-06 Januari 2026 | 19-20 Januari 2026 || Batch 2 : 02-03 Februari 2026 | 18-19 Februari 2026
Batch 3 : 05 – 06 Maret 2024 | 19 – 20 Maret 2024 || Batch 4 : 03 – 04 April 2024 | 23 – 24 April 2024
atch 5 : 07 – 08 Mei 2024 | 21 – 22 Mei 2024 || Batch 6 : 05 – 06 Juni 2024 | 25 – 26 Juni 2024
Batch 7 : 06-07 Juli 2026 | 20-21 Juli 2026 || Batch 8 : 03-04 Agustus 2026 | 19-20 Agustus 2026
Batch 9 : 07-08 September 2026 | 21-22 September 2026 || Batch 10 : 05-06 Oktober 2026 | 19-20 Oktober 2026
Batch 11 : 02-03 November 2026 | 16-17 November 2026 || Batch 12 : 07-08 Desember 2026 | 14-15 Desember 2026
–
Catatan: Jadwal tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta.Training Afe Budget Migas Jakarta Fixed Running
Biaya dan Lokasi Pelatihan : Pelatihan Estimasi Biaya Proyek Afe Di Jakarta
Training Efe Project Pasti Jalan
- Yogyakarta, Hotel Dafam Malioboro
- Jakarta, Hotel Amaris Tendean
- Bandung, Hotel Golden Flower
- Bali, Hotel Ibis Kuta
Catatan :Biaya diatas belum termasuk akomodasi/penginapan.Training Estimasi Biaya Proyek Afe Jakarta Pasti Running
Investasi Pelatihan Jakarta Training: Pelatihan Efe Project Di Jakarta
- Investasi pelatihan selama tiga hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel free to contact us.
- Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.
Fasilitas Pelatihan di Jakarta Training: Training Afe Budget Preparation Skills Of Oil & Gas Projects Di Jakarta Murah
-
- Hotel
- Module / Handout
- FREE Flashdisk
- Sertifikat
- FREE Bag or bagpackers (Tas Training)
- Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)
- 2xCoffe Break & 1 Lunch, Dinner
- FREE Souvenir Exclusive
- Training room full AC and Multimedia
Technorati Tags: training afe budget preparation skills of oil & gas projects di jakarta,training afe budget migas di jakarta,training estimasi biaya proyek afe di jakarta,training efe project di jakarta,pelatihan afe budget preparation skills of oil & gas projects di jakarta


Kapal merupakan moda angkutan laut yang masih cukup efektif digunakan dalam proses pengangkutan niaga, khususnya di negeri bahari seperti Indonesia. Oleh sebab itu, frekuensi pengopreasian kapal sebagai sarana pengangkutan cenderung tinggi, sehingga resiko kemungkinan terjadinya kerusakan juga akan meningkat. Untuk mengantisipasi resiko yang muncul dari hal tersebut, maka diperlukan adanya tindakan perawatan menyeluruh secara berkala. Dengan kata lain, fungsi perawatan pada kapal merupakan hal yang utama untuk dilakukan oleh para teknisi dan awak kapal.
Tantangan terbesar dari penerapan program layanan prima oleh para frontliner di perusahaan adalah aspek konsistensi. Seringkali beberapa saat setelah mengikuti pelatihan service, antusiasme para karyawan untuk memberikan layanan kepada pelanggan masih tinggi. Namun seiring berjalannya waktu, tingkat mutu layanan (service level) yang mereka berikan kembali menurun. Ketidakkonsistenan penerapan layanan prima ini salah satunya disebabkan tidak adanya mekanisme pengukuran kinerja mereka yang efektif.
Ungkapan “ Customer adalah Raja” banyak menjadi pijakan perusahaan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggannya untuk mencapai target usahanya. Seorang Leader harus mampu menciptakan budaya pelayanan ( Service Culture) sehingga pelayanan dapat dirasakan oleh pelanggan dan selanjutnya diharapkan dapat memberikan kepuasan bagi pelanggan(Customer Satisfaction) dan kesetiaan pelanggannya (customer loyalty)

Membangun budaya pelayanan dalam suatu organisasi adalah pekerjaan besar. Pekerjaan ini melibatkan setiap orang dalam organisasi dimana diharapkan mereka bukan sekedar bekerja, akan tetapi juga mau melibatkan perasaan, pikiran serta mengembangkan perilaku. Tanpa hal tersebut sulit dikembangkan adanya budaya pelayanan prima (Service Excellence).
Program ini dirancang untuk menciptakan bagaimana sebuah perusahaan memiliki kualitas tinggi dalam pelayanannya. Tidak hanya sekedar memuaskan pelanggan tetapi juga bagaimana membuat mereka terkesan akhirnya menjadi pelanggan yang loyal dan menjadi senjata ampuh untuk melakukan kampanye marketing.
1. Ice Breaking.
DAY 1
Karyawan yang mampu berkinerja dengan baik biasanya adalah karyawan-karyawan yang memiliki perilaku yang efektif. Mereka mampu mengenali potensi dirinya, mampu untuk belajar dengan cara yang efektif, menunjukkan kecerdasan emosional, mampu mengelola stress dan mampu memcahkan masalah serta mengambil keputusan secara kreatif. Dalam pelatihan ini peserta di ajak untuk mensimulasikan keterampilan-keterampilan yang harus dikuasai untuk dapat menjadi pribadi yang efektif.