PELATIHAN PERENCANAAN TATA LETAK ATAU PLANT LAYOUT
TRAINING PERENCANAAN TATA LETAK ATAU PLANT LAYOUT
PELATIHAN PERENCANAAN TATA LETAK ATAU PLANT LAYOUT
Deskripsi PELATIHAN PERENCANAAN TATA LETAK ATAU PLANT LAYOUT
Era globalisasi membuat persaingan antar industri sangat ketat. Setiap perusahaan mau tidak mau harus berusaha dengan berbagai cara dan strategi, untuk meningkatkan profit dan menurunkan biaya, agar bisa tampil sebagai pemenang atau paling tidak bisa tetap eksis dalam persaingan global. Salah satu strategi untuk meningkatkan profit dan menurunkan biaya, yang paling simple tapi sangat mempengaruhi banyak hal adalah dengan merencanakan tata letak/tata ruang/plant layout yang ideal/optimal.
Tujuan dari training perencanaan tata letak/tata ruang/plant layout adalah pengaturan daerah kerja serta peralatan dan perlengkapannya. Sehingga dapat dioperasikan dengan ekonomis, aman (kualitas serta keselamatan kerja terkontrol) dan memuaskan bagi para pekerja/karyawan. Karena itu suatu tata letak/tata ruang/plant layout direncanakan untuk mendapatkan interelasi dari fasilitas, tenaga kerja dan material se-efisien mungkin.
Banyak hal-hal sepele dan penting tanpa disadari terabaikan ketika merencanakan tata letak/tata ruang/plant layout. Pengabaian tanpa disadari ini berdampak seperti fenomena gunung es yang menyebabkan pengeluaran biaya sia-sia oleh perusahaan. Misal untuk perluasan area penyimpanan, penambahan karyawan, penumpukan WIP, penambahan alat transportasi, proses yang tidak perlu, dll. Tata letak/tata ruang/plant layout yang baik akan meningkatkan daya saing dan citra suatu industri dalam persaingan global.
Materi PELATIHAN PERENCANAAN TATA LETAK ATAU PLANT LAYOUT
* Pengenalan plant layout
* Kenapa plant layout penting?
* Sasaran plant layout
* Faktor-faktor yang mempengaruhi penyusunan plant layout
* Pola aliran material/bahan untuk proses produksi
* Jenis layout dasar
Tujuan PELATIHAN PERENCANAAN TATA LETAK ATAU PLANT LAYOUT
1. Mengetahui & memahami tujuan dan sasaran dari plant layout .
2. Mengetahui & memahami faktor-faktor yang mempengaruhi plant layout.
3. Mengetahui & memahami pola aliran material/bahan.
4. Mengetahui & memahami konsep dasar plant layout.
Peserta PELATIHAN PERENCANAAN TATA LETAK ATAU PLANT LAYOUT
Direktur, Manajer, Senior Engineer, Engineer dan Supervisor yang berhubungan dengan proses produksi.
Metode PELATIHAN PERENCANAAN TATA LETAK ATAU PLANT LAYOUT
1. Teori
2. Praktek / studi kasus
3. Diskusi
Instruktur :
Muhammad Syahreza, ST.
Praktisi & trainer yang mempunyai pengalaman lebih dari 12 tahun di bidang Plant Engineering bagian Proyek dan Fasilitas. Sebagai Perencana dan Kordinator untuk tata letak/tata ruang/plant layout di PT. NOK Indonesia, Perusahaan Manufaktur Spare Part Otomotif PMA Jepang, telah mengantarkan perusahaan tempat beliau berkarya mendapat predikat Plant paling efisien dilingkungan NOK Group seluruh dunia. Sampai saat ini dipercaya sebagai Kordinator Proyek untuk Ekspansi Perusahaan di PT. NOK Indonesia. Beliau juga Praktisi dan Trainer untuk Konservasi Energi.
Jadwal Pelatihan Jakarta Training 2026 :
Batch 1 : 05-06 Januari 2026 | 19-20 Januari 2026 || Batch 2 : 02-03 Februari 2026 | 18-19 Februari 2026
Batch 3 : 05 – 06 Maret 2024 | 19 – 20 Maret 2024 || Batch 4 : 03 – 04 April 2024 | 23 – 24 April 2024
atch 5 : 07 – 08 Mei 2024 | 21 – 22 Mei 2024 || Batch 6 : 05 – 06 Juni 2024 | 25 – 26 Juni 2024
Batch 7 : 06-07 Juli 2026 | 20-21 Juli 2026 || Batch 8 : 03-04 Agustus 2026 | 19-20 Agustus 2026
Batch 9 : 07-08 September 2026 | 21-22 September 2026 || Batch 10 : 05-06 Oktober 2026 | 19-20 Oktober 2026
Batch 11 : 02-03 November 2026 | 16-17 November 2026 || Batch 12 : 07-08 Desember 2026 | 14-15 Desember 2026
–
Catatan: Jadwal tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta.Training Afe Budget Migas Jakarta Fixed Running
Biaya dan Lokasi Pelatihan : Pelatihan Estimasi Biaya Proyek Afe Di Jakarta
Training Efe Project Pasti Jalan
- Yogyakarta, Hotel Dafam Malioboro
- Jakarta, Hotel Amaris Tendean
- Bandung, Hotel Golden Flower
- Bali, Hotel Ibis Kuta
Catatan :Biaya diatas belum termasuk akomodasi/penginapan.Training Estimasi Biaya Proyek Afe Jakarta Pasti Running
Investasi Pelatihan Jakarta Training: Pelatihan Efe Project Di Jakarta
- Investasi pelatihan selama tiga hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel free to contact us.
- Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.
Fasilitas Pelatihan di Jakarta Training: Training Afe Budget Preparation Skills Of Oil & Gas Projects Di Jakarta Murah
-
- Hotel
- Module / Handout
- FREE Flashdisk
- Sertifikat
- FREE Bag or bagpackers (Tas Training)
- Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)
- 2xCoffe Break & 1 Lunch, Dinner
- FREE Souvenir Exclusive
- Training room full AC and Multimedia
Technorati Tags: training afe budget preparation skills of oil & gas projects di jakarta,training afe budget migas di jakarta,training estimasi biaya proyek afe di jakarta,training efe project di jakarta,pelatihan afe budget preparation skills of oil & gas projects di jakarta


Mesin merupakan faktor produksi yang sangat vital. Perlu pengendalian yang seksama dan priodik untuk menjaga kapabilitasnya. Adalah tugas bagian perawatan (maintenance), untuk menyusun dan melakukan proses Perencanaan, Penjadwalan dan Pengendalian Perawatan Mesin secara efektif dan efisien.
1. Islam da Muamalah
Tidak dapat pungkiri, peningkatan proses produksi dalam bidang manufaktur, pengeboran, konstruksi, mesin-mesin dan lain sebagainya, sangat dipengaruhi oleh kehandalan mesin produksinya. Menjaga kahandalan mesin agar tetap bekerja mendekati 100%, merupakan hal yang sangat menantang. Kunci dari manajemen perawatan dan pemeliharaan mesin adalah terciptanya suatu kondisi, dimana mesin produksi boleh berhenti beroperasi sesuai dengan jadwalnya. Tidak mendadak: di awal, di tengah, atau akhir proses produksi
Setiap tanggal 1 Mei Indonesia memperingati sebagai Hari Buruh yang selalu di warnai dengan aksi demonstrasi oleh para pekerja. Pada dasarnya semuanya seudah diatur dalam Hukum ketenagakerjaan dengan tujuan pembanguan masyarakat Indonesia yang sejahtera. Keternagakerjaan tidak hanya pekerja industri namun orang –orang yang bekerja dalam instansi swasta maupun pemerintah. Dalam UU No 13 tahun 2013 Ketenagakerjaan adalah segala hal yang berhubungan dengan tenaga kerja pada waktu sebelum, selama dan seseudah masa kerja. Dalam pembentukan peraturan ketenagakerjaan harus diperhatikan elemen – elemen dalam dari hukum ketenagakerjaan. Elemen – elemen tersebut diantaranya tenaga kerja, pekerja/ buruh, pemberi kerja, pengusaha, perusahaan dan lain – lain.
Each individual employee is an integral part of an organization. Each play his/her role towards the total performance of the organization. The success and progress of the organization rides on the success and progress of its people. The continuous management of the performance of an individual and the organization is the answer to a successful partnership between the individual and the organization.

Memorandum of Understanding (MOU) dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dalam berbagai istilah, antara lain “nota kesepakatan”, “nota kesepahaman”, “perjanjian kerja sama”, “perjanjian pendahuluan”. Di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata) tidak dikenal apa yang dinamakan Nota Kesepahaman. Akan tetapi apabila kita mengamati praktek pembuatan kontrak terlebih kontrak-kontrak bisnis, banyak yang dibuat dengan disertai Nota Kesepahamanyang keberadaannya didasarkan pada ketentuan Pasal 1338 KUH Perdata. Selain pasal tersebut, Pasal 1320 KUH Perdata tentang syarat sahnya perjanjian, khususnya yang berhubungan dengan kesepakatan, dijadikan sebagai dasar pula bagi Nota Kesepahaman khususnya oleh mereka yang berpendapat bahwa Nota Kesepahamanmerupakan kontrak karena adanya kesepakatan, dan dengan adanya kesepakatan maka ia mengikat. Apabila kita membaca Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional, dapat dikatakan pula bahwa undang-undang tersebut
Kompleksitas kegiatan usaha bank semakin meningkat sejalan dengan perkembangan teknologi informasi, globalisasi, dan integrasi pasar keuangan. Kompleksitas kegiatan usaha bank tersebut pada akhirnya memberikan dampak yang sangat besar terhadap eksposur risiko yang dihadapi oleh bank sehingga diperlukan upaya-upaya untuk memitigasi risiko kegiatan usaha bank. Oleh karena itu untuk memitigasi risiko kegiatan usaha bank diperlukan berbagai upaya baik yang bersifat preventif (ex-ante) maupun kuratif (ex-post). Upaya yang bersifat preventif dapat ditempuh dengan mematuhi berbagai kaidah perbankan yang berlaku untuk mengurangi atau memperkecil risiko yang timbul dari kegiatan usaha bank seperti fraud dan sebagainya. Fungsi Kepatuhan serta satuan kerja kepatuhan yang ada pada Bank sangat berperan penting dalam pelaksanaan penyusunan ketentuan internal bank. sehingga potensi risiko kegiatan usaha bank dapat diantisipasi lebih dini.
Mengelola dan menselaraskan kinerja perusahaan dengan kinerja individu karyawan tak pelak lagi merupakan salah satu elemen penting bagi kesuksesan organisasi. Akan tetapi, dalam kenyataannya mengintegrasikan kinerja perusahaan dengan kinerja individu bukan merupakan proses yang mudah dan karenanya diperlukan sejumlah pendekatan yang sistematis untuk mengelolanya.