PELATIHAN PENYUSUNAN STRUKTUR SKALA PENGGAJIAN BERDASARKAN PP DAN PENDEKATAN PASAR
TRAINING PENYUSUNAN STRUKTUR SKALA PENGGAJIAN BERDASARKAN PP DAN PENDEKATAN PASAR
PELATIHAN PENYUSUNAN STRUKTUR SKALA PENGGAJIAN BERDASARKAN PP DAN PENDEKATAN PASAR
Deskripsi PELATIHAN PENYUSUNAN STRUKTUR SKALA PENGGAJIAN BERDASARKAN PP DAN PENDEKATAN PASAR :
Sistem penggajian merupakan hal yang krusial dalam konteks pengelolaan SDM. Selain merupakan hal yang sensitif, kesalahan dalam mengelola remunerasi perusahaan dapat mengakibatkan gejolak di internal perusahaan. Ditambah lagi kondisi eksternal yang kurang mendukung seperti situasi / kondisi makro ekonomi negara yang sulit saat ini terkait dengan penurunan daya beli karyawan juga situasi keuangan perusahaan kita yang juga sedang berupaya meminimalkan biaya – biaya.
Kondisi ini menuntut adanya optimalisasi pemanfaatan Budget HR. Sistem remunerasi yang efektif perlu disusun dengan mempertimbangkan beberapa hal : internal equity, external competitive, dan sejalan dengan arah dan strategi bisnis perusahaan. Effective Remuneration System ditujukan bagi penanggung jawab remunerasi agar memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola sistem yang efektif di tempat tugasnya.
Materi PELATIHAN PENYUSUNAN STRUKTUR SKALA PENGGAJIAN BERDASARKAN PP DAN PENDEKATAN PASAR :
Fundamental C & B / Total Reward
* Basic Concept and Fundamental of Compensation & Benefit
* Basic Concept and Fundamental of Financial Reward, Benefits and Deferred Benefits
* Basic Concept and Fundamental of Pay for Performance, Merit increase
* Basic Concept and Fundamental of Sign on Bonus, Retention Program
Pokok – Pokok Dan Permasalahan Yang Berhubungan Dengan Kebijakan Pemerintah
* Ketentuan normatif dan pelaksanaan di lapangan
* Tunjangan, tetap dan tidak tetap, upah, komponen upah, komposisi upah
* Lembur, upah lembur, siapa yang berhak dan tidak berhak mendapat lembur
* Perhitungan pesangon, Jam kerja, dan masa kerja
* Mekanisme dan perhitungan THR dan Jamsostek
* Ketentuan yang diatur secara internal perusahaan :
* Pembagian Shift/regu bergilir
* Perhitungan cuti diluar tanggungan perusahaan
* Mekanisme pengambilan Pensiun dini
* Formula perhitungan Uang pisah
* Perhitungan Bonus, insentif dan penghasilan tidak tetap lainnya
Analisa Sistem Remunerasi
* Analisa scatter diagram
* Regresi linier sebagai alat Bantu analisis
* Menetapkan kebijakan garis (trend line analysis)
* Simulasi internal analysis (excel file)
Job Evaluation (Langkah Penting Dalam Melakukan Pengaturan Sistem Remunerasi)
* Pemilihan metode Job evaluation
* Menetapkan factor compansable
* Membuat Job Evaluation Guide Chart (excel file)
Menyusun System Grading
* Faktor-faktor yang harus diperhatikan (Struktur organisasi, sistem karir, rentang gaji, kompetensi, bobot jabatan, dll)
* Simulasi Grading (excel file)
Salary Increase
* Dasar perhitungan kenaikan gaji
* Compa ratio dan analisa regresi sebagai alat bantu penetapan kenaikan gaji
* Masalah over-under paid dan alternatif penyelesaian
* Keterkaitan sistem remunerasi dengan sistem penilaian kinerja
Note: Setiap Peserta Diharapkan Membawa Laptop Untuk Praktek
Instructor
Arief Hartono, SE., MHRM., Ph.D and team
Jadwal Pelatihan Jakarta Training 2026 :
Batch 1 : 05-06 Januari 2026 | 19-20 Januari 2026 || Batch 2 : 02-03 Februari 2026 | 18-19 Februari 2026
Batch 3 : 05 – 06 Maret 2024 | 19 – 20 Maret 2024 || Batch 4 : 03 – 04 April 2024 | 23 – 24 April 2024
atch 5 : 07 – 08 Mei 2024 | 21 – 22 Mei 2024 || Batch 6 : 05 – 06 Juni 2024 | 25 – 26 Juni 2024
Batch 7 : 06-07 Juli 2026 | 20-21 Juli 2026 || Batch 8 : 03-04 Agustus 2026 | 19-20 Agustus 2026
Batch 9 : 07-08 September 2026 | 21-22 September 2026 || Batch 10 : 05-06 Oktober 2026 | 19-20 Oktober 2026
Batch 11 : 02-03 November 2026 | 16-17 November 2026 || Batch 12 : 07-08 Desember 2026 | 14-15 Desember 2026
–
Catatan: Jadwal tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta.Training Afe Budget Migas Jakarta Fixed Running
Biaya dan Lokasi Pelatihan : Pelatihan Estimasi Biaya Proyek Afe Di Jakarta
Training Efe Project Pasti Jalan
- Yogyakarta, Hotel Dafam Malioboro
- Jakarta, Hotel Amaris Tendean
- Bandung, Hotel Golden Flower
- Bali, Hotel Ibis Kuta
Catatan :Biaya diatas belum termasuk akomodasi/penginapan.Training Estimasi Biaya Proyek Afe Jakarta Pasti Running
Investasi Pelatihan Jakarta Training: Pelatihan Efe Project Di Jakarta
- Investasi pelatihan selama tiga hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel free to contact us.
- Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.
Fasilitas Pelatihan di Jakarta Training: Training Afe Budget Preparation Skills Of Oil & Gas Projects Di Jakarta Murah
-
- Hotel
- Module / Handout
- FREE Flashdisk
- Sertifikat
- FREE Bag or bagpackers (Tas Training)
- Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)
- 2xCoffe Break & 1 Lunch, Dinner
- FREE Souvenir Exclusive
- Training room full AC and Multimedia
Technorati Tags: training afe budget preparation skills of oil & gas projects di jakarta,training afe budget migas di jakarta,training estimasi biaya proyek afe di jakarta,training efe project di jakarta,pelatihan afe budget preparation skills of oil & gas projects di jakarta



Kendati manajemen pengamanan korporat ditopang oleh tiga pilar utama yakni sistem pengamanan, peralatan pengamanan dan personil pengamanan; dalam pelaksanaannya praktis bertumpu kepada personil pengamanan sebagai ujung tombak. Hal ini dikarenakan dari ketiga pilar di atas, hanya personil pengamananlah yang menjadi subyek sekaligus obyek dua pilar lainnya. Sebagai konsekuensinya kendati memiliki personil yang kompeten dan peralatan yang memadai, pengamanan korporat tidak akan maksimal apabila tidak didukung dengan sistem pengamanan yang kuat.
Perjanjian Kerja Bersama (PKB) atau Peraturan Perusahaan (PP) sebagai sarana penting di dalam pelaksanaan hubungan industrial yang baik dan benar perlu pula dipahami dan diimpelementasikan dengan baik dan benar sesuai dengan prinsip-prinsip dan tujuan hubungan industrial itu sendiri, yakni mewujudkan ketenangan kerja dan ketenangan berusaha (industrial peace) agar dapat diwujudkan tingkat produktivitas dan kepuasan kerja SDM yang optimal yang pada akhirnya akan dapat menjaga kelangsungan (sustainability) dari bisnis perusahaan dan kesejahteraan karyawan. Pelatihan ini sangat bermanfaat karena akan membahas mengenai peraturan dan/atau ketentuan menyusun/memperbarui Perjanjian Kerja Bersama (PKB) atau Peraturan Perusahaan (PP) yang tentu saja sudah dimiliki oleh perusahaan.

Di tengah ketatnya kompetisi antar organisasi bisnis, hampir tidak ada perusahaan yang dapat berkembang tanpa didukung oleh perusahaan lain, sehingga setiap perusahaan kini memerlukan interaksi dan bantuan dari organisasi di luar institusinya sendiri. Untuk menjamin interaksi tersebut tidak merugikan perusahaan, maka perusahaan memerlukan perlindungan hukum agar setiap pihak yang terlibat dalam interaksi saling menghormati dan menghargai kesepakatan perjanjian kerja sama bisnis yang akan dilakukan.

Dalam rangka membangun BUMN Indonesia yang sehat, profesional dan mempunyai daya saing global, Kantor Menteri Negara BUMN pada bulan Juli 2004 telah mencanangkan Indonesia Quality Award (IQA) For BUMN yang bertujuan utama untuk meningkatkan secara konsisten, terpadu dan berkelanjutan kualitas dan daya saing BUMN. Sebagai tahap awal upaya pembangunan kinerja efektif BUMN, maka telah disepakati oleh forum pimpinan puncak BUMN pada acara pencanangan Indonesia Quality Award (IQA) For BUMN di atas untuk melakukan audit kinerja di masing-masing BUMN dengan menggunakan pendekatan Malcolm Baldrige Criteria For Performance Excellence (MBCFPE) atau sering juga disebut Malcolm Baldrige National Quality Award (MBNQA).

Bank sebagai lembaga yang highly regulated wajib memastikan seluruh regulasi, baik yang diterbitkan OJK maupun BI dapat dijalankan dengan benar, mengedepankan fungsi preventif, dan memiliki target kinerja yang terukur. Idealnya, divisi/unit ini terdiri dari individu-individu yang menguasai dan memahami seluk beluk regulasi, baik dalam tata cara penanganannya maupun mengantisipasinya sehingga dengan potensi sanksi/pinalti/denda yang ditetapkan dalam aturan tersebut. Seluruh potensi risiko tersebut dapat dikendalikan jika proses pemahaman dan sosialisasi berjalan sebagaimana mestinya.