PELATIHAN PERENCANAAN DIKLAT DAN EVALUASI PROGRAM DIKLAT
TRAINING PERENCANAAN DIKLAT DAN EVALUASI PROGRAM DIKLAT
PELATIHAN PERENCANAAN DIKLAT DAN EVALUASI PROGRAM DIKLAT
Deskripsi PELATIHAN PERENCANAAN DIKLAT DAN EVALUASI PROGRAM DIKLAT :
Perencanaan diklat dilakukan sebagai langkah awal untuk panduan pelaksanaan dan evaluasi program diklat. Perencanaan yang tepat akan menghasilkan sasaran diklat yang efektif sehingga diharapkan peserta diklat mendapatkan knowledge, skill dan kompetensi yang sesuai dengan ‘need’ nya. Perencanaan diklat mencakup perencanaan kurikulum,silabus,sumberdaya,sarana prasarana dan evaluasi program. Perencanaan Kurikulum diklat berisi kurikulum makro (umum) dan mikro (detail per judul program). Perencanaan mikro mencakup perencanaan silabus dan satuan acara pembelajaran diklat yang berisi uraian, peta konsep, kompetensi,indicator pencapaian,metode pembelajaran,metode evaluasi.
Perencanaan evaluasi program diklat mencakup empat level yaitu level reaksi, level knowledge, level behavior dan level result. Evaluasi level reaksi adalah mengevaluasi tingkat kepuasan peserta terhadap penyelenggaraan diklat yang dilakukan secara langsung setelah diklat selesai. Evaluasi level knowledge mengevalusi tingkat knowledge, skill yang didapatkan peserta selama diklat. Evaluasi level behavior digunakan untuk mengevaluasi pengaruh diklat terhadap kinerja peserta di tempat kerja setelah beberapa waktu selesai diklat. Evaluasi result digunakan untuk mengevalausi dampak diklat terhadap kinerja organisasi. Workshop ini akan membahas tentang bagaimana metode dalam perencanaan diklat dan bagaimana menyusun perangkat untuk evaluasi diklat.
Tujuan PELATIHAN PERENCANAAN DIKLAT DAN EVALUASI PROGRAM DIKLAT :
1. Mengetahui bagaimana kerangka berpikir dalam penyusunan program diklat
2. Mengetahui kompetensi yang akan dicapai dalam diklat dan kebutuhan diklat pada level individu, pekerjaan dan organisasi.
3. Memahami dan dapat menyusun kurikulum, silabus diklat
4. Memahami dan dapat mengevalusi program diklat.
Materi PELATIHAN PERENCANAAN DIKLAT DAN EVALUASI PROGRAM DIKLAT :
1. Analisis kebutuhan diklat
* Analisis Level Organisasi
* Analisis Level Pekerjaan
* Analisis Level Individu
2.Perencanaan Diklat :
* Kerangka Berpikir Perencaan diklat
* Mengidetifikasi kebutuhan Diklat
* Menentukan target kompetensi ,sasaran dan tujun diklat
* Merumuskan program/ Mata Pelatihan
3. Perencaan silabus program diklat
* Perencanaan dan penyusunan silabus
* Perencanaan dan penyusunan Satuan acara pembelajaran diklat: uraian, peta konsep, kompetensi , indicator pencapaian, metode pembelajaran, metode evaluasi .
4. Evaluasi program diklat
* Level reaksi, level knowledge, level behavior dan level result
* Tipe evalusi : Reaction Formative, diagnostic ,Summative
* Alat dan metode evaluasi
5. Workshop penyusunan rencana diklat dan evaluasi diklat
Metode PELATIHAN PERENCANAAN DIKLAT DAN EVALUASI PROGRAM DIKLAT :
Presentasi, Diskusi , Workshop.
Peserta PELATIHAN PERENCANAAN DIKLAT DAN EVALUASI PROGRAM DIKLAT :
* Manajer, Supervisor dan Staf bagian Pendidikan dan Pelatihan
* Para manajer dari fungsi lain
* Para trainers
Instructor
Drs. Syafarudin Alwi,MS and Team
Jadwal Pelatihan Jakarta Training 2026 :
Batch 1 : 05-06 Januari 2026 | 19-20 Januari 2026 || Batch 2 : 02-03 Februari 2026 | 18-19 Februari 2026
Batch 3 : 05 – 06 Maret 2024 | 19 – 20 Maret 2024 || Batch 4 : 03 – 04 April 2024 | 23 – 24 April 2024
atch 5 : 07 – 08 Mei 2024 | 21 – 22 Mei 2024 || Batch 6 : 05 – 06 Juni 2024 | 25 – 26 Juni 2024
Batch 7 : 06-07 Juli 2026 | 20-21 Juli 2026 || Batch 8 : 03-04 Agustus 2026 | 19-20 Agustus 2026
Batch 9 : 07-08 September 2026 | 21-22 September 2026 || Batch 10 : 05-06 Oktober 2026 | 19-20 Oktober 2026
Batch 11 : 02-03 November 2026 | 16-17 November 2026 || Batch 12 : 07-08 Desember 2026 | 14-15 Desember 2026
–
Catatan: Jadwal tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta.Training Afe Budget Migas Jakarta Fixed Running
Biaya dan Lokasi Pelatihan : Pelatihan Estimasi Biaya Proyek Afe Di Jakarta
Training Efe Project Pasti Jalan
- Yogyakarta, Hotel Dafam Malioboro
- Jakarta, Hotel Amaris Tendean
- Bandung, Hotel Golden Flower
- Bali, Hotel Ibis Kuta
Catatan :Biaya diatas belum termasuk akomodasi/penginapan.Training Estimasi Biaya Proyek Afe Jakarta Pasti Running
Investasi Pelatihan Jakarta Training: Pelatihan Efe Project Di Jakarta
- Investasi pelatihan selama tiga hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel free to contact us.
- Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.
Fasilitas Pelatihan di Jakarta Training: Training Afe Budget Preparation Skills Of Oil & Gas Projects Di Jakarta Murah
-
- Hotel
- Module / Handout
- FREE Flashdisk
- Sertifikat
- FREE Bag or bagpackers (Tas Training)
- Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)
- 2xCoffe Break & 1 Lunch, Dinner
- FREE Souvenir Exclusive
- Training room full AC and Multimedia
Technorati Tags: training afe budget preparation skills of oil & gas projects di jakarta,training afe budget migas di jakarta,training estimasi biaya proyek afe di jakarta,training efe project di jakarta,pelatihan afe budget preparation skills of oil & gas projects di jakarta


Training ini akan memberikan pemahaman tentang bagaimana merancang perusahaan dan proses bisnis yang ada didalamnya termasuk merancang hubungan antar departemen dan otimalisasi kinerja masing-masing unit dalam perusahaan.Mendirikan perusahaan baru tidaklah mudah. Posisi persaingan dan ancaman perlu untuk dipertimbangkan bersama-sama dengan kesempatan dan kekuatan internal.

Legal drafting dapat diartikan sebagai proses penyusunan kegiatan pembuatan peraturan yang dimulai dari perencanaan, persiapan,teknik penyusunan, perumusan, pembahasan, pengesahan, pengundangan dan penyebarluasan. Peraturan perundang-undangan terdiri dari berbagai jenis yang sekaligus membentuk hirarki peraturan perundang-undangan. Seluruh jenis peraturan perundang-undangan tersebut dirancang atau dirumuskan oleh kekuasaan legislatif bersama-sama dengan kekuasaan eksekutif. Dengan demikian kemampuan atau keahlian dalam merancang peraturan perundang-undangan merupakan suatu keharusan bagi aparatur pemerintahan yang berada di kedua lembaga tersebut.
Di samping pengetahuan akan ilmu hukum, merancang peraturan perundang-undangan memerlukan keahlian tersendiri. Ini karena memindahkan suatu kebijakan (policy) dalam arti luas ke dalam bentuk normatif yang tersusun sedemikian rupa dalam suatu naskah perundang-undangan baik berupa undang-undang, peraturan daerah, atau jenis peraturan perundang-undangan lain memang bukan hal mudah.
Dalam upaya mencapai tujuan pembangunan daerah, Pemerintah Daerah harus secara efektif merumuskan dan melaksanakan kebijakan-kebijakan yang ditujukan untuk memperlancar proses tersebut sesuai dengan potensi sumber daya alam dan sosial-ekonomi masyarakat. Banyak faktor yang menjadi penyebab kesuksesan suatu proses pembangunan daerah, dan sistem hukum hanya merupakan salah satu diantaranya.
Berbicara mengenai pelaporan keuangan dan akuntansi perusahaan tentu tidak lepas dari pembahasan mengenai pajak dan piutang. Laporan keuangan yang baik adalah yang dalam proses penyusunannya mengacu kepada prinsip akuntansi yang berlaku, mudah dibaca, dimengerti dan dianalisa oleh pihak keuangan perusahaan. Sedangkan pengetahuan tentang perpajakan memberikan kerangka acuan dalam memahami, mengikuti perubahan dan perkembangan.
Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia No. 01/M-DAG/PER/1/2009 tanggal 5 Januari 2009, pemerintah mengultimatum pengusaha menggunakan Letter of Credit (L/C) untuk mengekspor produk komoditi berbasis sumber daya alam, diantaranya kopi, minyak sawit mentah (crude palm oil), kakao, karet, produk pertambangan, dan timah batangan.

Kegiatan usaha pertambangan pada suatu wilayah sangat erat kaitannya dengan kegiatan eksploitasi terhadap suatu sumberdaya mineral. Oleh karena cadangan sumberdaya mineral tidak terbarukan, maka operasi tambang akan berhenti suatu saat karena cadangan tersebut sudah habis ataupun sudah tidak lagi ekonomis. Tahap ini lebih dikenal sebagai penutupan tambang (mining closure).