Home / Business Analyst / BUSINESS ANALYSIS BERBASIS DATA: CARA MENGUBAH DATA MENJADI KEPUTUSAN BISNIS YANG LEBIH TEPAT

BUSINESS ANALYSIS BERBASIS DATA: CARA MENGUBAH DATA MENJADI KEPUTUSAN BISNIS YANG LEBIH TEPAT

Table of Contents

Perusahaan menghasilkan data dari berbagai aktivitas, mulai dari transaksi penjualan, perilaku pelanggan, operasional, keuangan, hingga kinerja karyawan. Namun, banyaknya data belum tentu menghasilkan keputusan yang lebih baik apabila perusahaan tidak mampu mengolah dan menginterpretasikannya secara tepat.

Di sinilah business analysis berbasis data memiliki peran penting. Business analyst tidak hanya mengumpulkan informasi, tetapi juga membantu mengidentifikasi masalah, menemukan pola, memahami kebutuhan bisnis, dan mengubah data menjadi insight yang dapat digunakan oleh manajemen.

Kebutuhan tersebut semakin penting ketika perusahaan menghadapi perubahan pasar yang cepat. Penggunaan Artificial Intelligence (AI), business intelligence, automation, dan data analytics juga membuat proses pengambilan keputusan semakin bergantung pada kualitas data dan kemampuan profesional dalam menginterpretasikannya.

Apa Itu Business Analysis Berbasis Data?

Business analysis berbasis data merupakan pendekatan analisis yang menggunakan data sebagai dasar untuk memahami kondisi bisnis, mengidentifikasi masalah, mengevaluasi kinerja, serta mendukung pengambilan keputusan.

Pendekatan ini membantu perusahaan mengurangi ketergantungan pada asumsi atau intuisi semata. Data dapat digunakan untuk menjawab berbagai pertanyaan bisnis, seperti:

  • Mengapa penjualan mengalami penurunan?
  • Produk apa yang memiliki performa terbaik?
  • Siapa pelanggan yang paling potensial?
  • Proses mana yang menyebabkan pemborosan?
  • Mengapa biaya operasional meningkat?
  • Faktor apa yang memengaruhi kepuasan pelanggan?
  • Strategi apa yang berpotensi meningkatkan kinerja?

Dengan pertanyaan yang tepat, data dapat diarahkan untuk menghasilkan informasi yang lebih relevan bagi kebutuhan bisnis.

Mengapa Data Penting dalam Business Analysis?

Keputusan bisnis memiliki dampak terhadap operasional, biaya, pelanggan, dan pertumbuhan perusahaan. Oleh karena itu, keputusan perlu didukung oleh informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Business analysis berbasis data dapat membantu perusahaan:

  1. Mengidentifikasi masalah bisnis secara lebih objektif.
  2. Menemukan pola dan tren yang tidak terlihat secara langsung.
  3. Mengukur kinerja berdasarkan indikator yang jelas.
  4. Memahami kebutuhan dan perilaku pelanggan.
  5. Mengidentifikasi peluang bisnis.
  6. Meningkatkan efisiensi operasional.
  7. Mengurangi risiko pengambilan keputusan.
  8. Mendukung perencanaan strategi perusahaan.

Dengan demikian, data bukan hanya menjadi arsip perusahaan, tetapi dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan tindakan.

Jenis Data yang Dapat Digunakan Business Analyst

Business analyst dapat menggunakan berbagai jenis data sesuai dengan masalah yang sedang dianalisis.

1. Data Penjualan

Data penjualan dapat digunakan untuk melihat perkembangan revenue, volume transaksi, produk terlaris, hingga pola pembelian pelanggan.

2. Data Pelanggan

Informasi mengenai pelanggan dapat membantu perusahaan memahami karakteristik, kebutuhan, preferensi, dan perilaku konsumen.

3. Data Operasional

Data operasional dapat menunjukkan produktivitas, waktu proses, penggunaan sumber daya, hingga potensi bottleneck dalam proses bisnis.

4. Data Keuangan

Data keuangan dapat digunakan untuk menganalisis biaya, pendapatan, margin, cash flow, dan berbagai indikator finansial.

5. Data Kinerja

Data kinerja karyawan maupun unit kerja dapat digunakan untuk mengevaluasi pencapaian target dan efektivitas proses kerja.

Business analyst perlu menentukan data mana yang paling relevan dengan permasalahan yang ingin diselesaikan.

Training analisis data bisnis
Business Analysis (Dok. Magnific.com/Pressfoto)

Tahapan Business Analysis Berbasis Data

Analisis data tidak berhenti pada pengumpulan informasi. Business analyst perlu mengikuti proses yang sistematis agar data dapat menghasilkan insight yang berguna.

1. Identifikasi Masalah Bisnis

Langkah pertama adalah memahami masalah yang ingin diselesaikan. Masalah harus dirumuskan secara spesifik agar proses analisis memiliki arah yang jelas.

Misalnya, perusahaan tidak cukup hanya menyatakan bahwa “penjualan menurun”. Business analyst perlu mencari tahu produk mana yang mengalami penurunan, kapan penurunan terjadi, di wilayah mana, dan faktor apa yang mungkin memengaruhinya.

2. Menentukan Kebutuhan Data

Setelah masalah dirumuskan, tentukan data yang dibutuhkan. Tidak semua data perusahaan harus digunakan.

Pemilihan data yang tepat dapat membuat proses analisis lebih efisien dan menghasilkan insight yang lebih relevan.

3. Mengumpulkan dan Memvalidasi Data

Data yang digunakan harus diperiksa kualitasnya. Business analyst perlu memperhatikan adanya data kosong, duplikasi, kesalahan input, atau ketidaksesuaian format.

Data yang tidak akurat dapat menghasilkan kesimpulan yang salah.

4. Menganalisis Data

Selanjutnya, data dapat dianalisis menggunakan metode statistik, spreadsheet, dashboard, business intelligence, maupun tools analitik lainnya.

Analisis dapat digunakan untuk menemukan trend, pattern, relationship, anomaly, dan faktor yang memengaruhi kinerja bisnis.

5. Mengubah Data Menjadi Insight

Data dan insight merupakan dua hal yang berbeda. Angka penjualan, misalnya, merupakan data. Namun, ketika analisis menunjukkan bahwa penurunan penjualan terutama terjadi pada segmen pelanggan tertentu, informasi tersebut sudah menjadi insight yang lebih berguna.

6. Memberikan Rekomendasi

Business analyst kemudian menerjemahkan insight menjadi rekomendasi yang dapat dipertimbangkan oleh manajemen.

Rekomendasi sebaiknya memiliki dasar yang jelas dan berkaitan langsung dengan masalah bisnis.

7. Mengevaluasi Hasil Keputusan

Setelah keputusan diterapkan, hasilnya perlu diukur kembali. Proses ini membantu perusahaan mengetahui apakah strategi yang dijalankan memberikan hasil sesuai target.

Contoh Penerapan Business Analysis Berbasis Data

Misalnya sebuah perusahaan mengalami penurunan penjualan selama beberapa bulan.

Tanpa analisis, manajemen mungkin langsung memberikan diskon untuk meningkatkan transaksi. Namun, business analyst dapat memeriksa data penjualan berdasarkan produk, wilayah, pelanggan, channel, periode, dan nilai transaksi.

Hasil analisis mungkin menunjukkan bahwa penurunan bukan terjadi pada seluruh produk, tetapi hanya pada produk tertentu di wilayah tertentu.

Dengan informasi tersebut, perusahaan dapat mengambil tindakan yang lebih spesifik, seperti memperbaiki distribusi, mengevaluasi strategi pemasaran, atau meninjau kembali karakteristik produk.

Pendekatan tersebut menunjukkan bagaimana data dapat membantu perusahaan mengambil keputusan yang lebih terarah.

Peran Business Intelligence dalam Business Analysis

Business Intelligence (BI) dapat membantu perusahaan menyajikan data dalam bentuk dashboard, laporan, grafik, dan visualisasi sehingga informasi lebih mudah dipahami.

Business analyst dapat menggunakan BI untuk memantau berbagai indikator seperti:

  • Revenue.
  • Sales growth.
  • Customer acquisition.
  • Customer retention.
  • Operational cost.
  • Productivity.
  • Profit margin.
  • Customer satisfaction.
  • Key Performance Indicator (KPI).

Visualisasi dapat membantu manajemen melihat perubahan kinerja dengan lebih cepat dan menentukan area yang membutuhkan perhatian.

Business Analysis dan Artificial Intelligence

AI semakin banyak digunakan untuk membantu proses analisis data. Teknologi tersebut dapat membantu mengidentifikasi pola, melakukan klasifikasi, membuat prediksi, maupun mempercepat pengolahan informasi.

Namun, penggunaan AI tetap membutuhkan human judgment. Business analyst harus memahami konteks bisnis dan memastikan hasil yang diberikan teknologi sesuai dengan kebutuhan organisasi.

AI dapat memberikan prediksi mengenai kemungkinan perubahan permintaan pelanggan, misalnya. Namun, keputusan untuk mengubah strategi produksi tetap perlu mempertimbangkan kapasitas perusahaan, biaya, kondisi pasar, dan faktor lainnya.

Karena itu, AI sebaiknya diposisikan sebagai alat bantu analisis, bukan sebagai pengganti business analyst.

Kesalahan yang Perlu Dihindari dalam Business Analysis

Ada beberapa kesalahan yang dapat membuat proses business analysis menjadi kurang efektif.

Pertama, menggunakan terlalu banyak data tanpa menentukan pertanyaan bisnis yang jelas. Banyaknya data tidak otomatis menghasilkan insight yang lebih baik.

Kedua, mengabaikan kualitas data. Data yang tidak lengkap atau tidak akurat dapat menghasilkan kesimpulan yang keliru.

Ketiga, hanya berfokus pada angka tanpa memahami konteks bisnis. Business analyst perlu mengetahui kondisi operasional dan kebutuhan stakeholder agar hasil analisis dapat diterapkan.

Selain itu, business analyst perlu menghindari rekomendasi yang terlalu umum. Insight yang baik seharusnya dapat membantu perusahaan menentukan tindakan yang lebih spesifik.

Skill Business Analyst yang Perlu Dikuasai

Business analyst membutuhkan kombinasi kemampuan analitis, bisnis, komunikasi, dan teknologi.

Beberapa kompetensi yang perlu dikuasai antara lain:

  • Data analysis.
  • Business process analysis.
  • Requirement analysis.
  • Critical thinking.
  • Problem solving.
  • Data visualization.
  • Business Intelligence.
  • Stakeholder management.
  • Communication skill.
  • Basic statistics.
  • Digital tools dan AI.

Kemampuan tersebut membantu business analyst tidak hanya membaca data, tetapi juga menerjemahkan hasil analisis menjadi rekomendasi yang dapat dipahami oleh stakeholder.

Tingkatkan Kompetensi Business Analysis bersama Jakarta-Training

Perusahaan membutuhkan profesional yang mampu menghubungkan data dengan kebutuhan bisnis sehingga keputusan dapat dibuat berdasarkan informasi yang lebih terukur. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Jakarta-Training menyediakan program Training Business Analysis yang membantu peserta memahami konsep dan penerapan business analysis dalam lingkungan kerja.

Program ini dapat membantu peserta memahami identifikasi masalah bisnis, requirement analysis, business process analysis, pengolahan data, identifikasi kebutuhan stakeholder, penyusunan rekomendasi, hingga penggunaan data sebagai dasar pengambilan keputusan.

Dengan kompetensi business analysis yang baik, profesional dapat membantu perusahaan memahami permasalahan secara lebih objektif, menemukan peluang perbaikan, serta menerjemahkan data menjadi insight yang mendukung strategi bisnis.

Informasi mengenai program dan jadwal pelatihan dapat diperoleh dengan menghubungi marketing Afham (0823-2272-6115) atau Ayu (0853-3586-5443). Melalui peningkatan kompetensi secara berkelanjutan, business analyst dapat berperan lebih efektif dalam membantu organisasi mengambil keputusan berdasarkan data dan kebutuhan bisnis.

Konten Terkait

Cari Training
Hubungi Kami
Jadwal Training
Kata Mereka
PT PAMA PERSADA NUSANTARA

Materinya sangat membuka wawasan, penjelasan instruktur sangat sistematatis dan mudah dimengerti

PT PUPUK SRIWIJAYA PALEMBANG

Selalu puas dengan Lokal Media karena mau pelatihan apa aja bisa dan ga harus ada minimal kuota.

PT PERTAMINA

Pelaksanaan training sangat baik. Instruktur sangat berpengalaman dan memiliki pengetahuan yang luas terkait materi

PLN

Terimakasih untuk hal-hal baik yang sudah kam terima. Kami sangat puas dan berkesan beberapa kali pelatihan dengan Lokal Media

HARITA NICKEL

Instruktur sangat bagus, penyampaian jelas, merespon pertanyaan dengan baik

Konten Terbaru