PELATIHAN TEKNOLOGI PENGOMPOSAN DAN PENGELOLAAN SAMPAH
TRAINING TEKNOLOGI PENGOMPOSAN DAN PENGELOLAAN SAMPAH
PELATIHAN TEKNOLOGI PENGOMPOSAN DAN PENGELOLAAN SAMPAH
Deskripsi PELATIHAN TEKNOLOGI PENGOMPOSAN DAN PENGELOLAAN SAMPAH
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah pada pasal 12 menyebutkan bahwa setiap orang wajib mengurangi dan menangani sampah dengan cara yang berwawasan lingkungan. Yang dimaksud menangani sampah disini dimulai dari proses pemilahan sampah, pengumpulan sampah, pemindahan sampah, mengolah dalam bentuk mengubah karakteristik, komposisi, serta jumlah sampah. Maka dari itu, yang berkewajiban mengelola sampah dengan baik, bukan hanya masing-masing individu, akan tetapi juga untuk institusi, perusahaan, dan organisasi perlu untuk mempelajari dan mengaplikasikan persoalan sampah ini dengan lebih baik, sehingga tercipta lingkungan selaras, serasi dan seimbang. Salah satu teknik dalam mengolah sampah yang telah lama diaplikasikan adalah teknologi pengomposan. Training ini akan membahas mengenai hal tersebut sehingga dapat memberikan manfaat bagi seluruh pihak.
Tujuan PELATIHAN TEKNOLOGI PENGOMPOSAN DAN PENGELOLAAN SAMPAH
1. Memahami dalam pengelolaan sampah dan melakukan pengomposan sampah
2. mendapatkan solusi dari persoalan yang seringkali muncul dalam penanganan sampah dan pengomposannya
3. mengetahui penerapan pengelolaan sampah dan teknik pengomposan baik dalam skala individu ataupun komunal (institusi, perusahaan dan organisasi)
Materi PELATIHAN TEKNOLOGI PENGOMPOSAN DAN PENGELOLAAN SAMPAH
* Ruang lingkup pengelolaan sampah dan teknik pengomposan
* Jenis-jenis dan identifikasi sampah di lingkungan sekitar :
1. Berdasarkan sumber
2. Berdasarkan sifat
3. Berdasarkan bentuk
4. Limbah radioaktif
* Prinsip dasar pengelolaan sampah
* Skala pengelolaan sampah
* Praktik tahapan pengelolaan sampah
* Prinsip dasar teknik pengomposan
* Metode pengomposan :
1. Metode indore
2. Metode heap
3. Metode barkeley
4. Vermikompos
* Praktik pembuatan kompos
* Studi kasus penerapan pengelolaan sampah dan teknik pengomposan
Peserta PELATIHAN TEKNOLOGI PENGOMPOSAN DAN PENGELOLAAN SAMPAH
HSE departement, Masyarakat Umum, Pemerintah serta individu yang ingin memperdalam materi training.
Instruktur :
Sri Prasetyo Budi, ST., MT and team
Jadwal Pelatihan Jakarta Training 2026 :
Batch 1 : 05-06 Januari 2026 | 19-20 Januari 2026 || Batch 2 : 02-03 Februari 2026 | 18-19 Februari 2026
Batch 3 : 05 – 06 Maret 2024 | 19 – 20 Maret 2024 || Batch 4 : 03 – 04 April 2024 | 23 – 24 April 2024
atch 5 : 07 – 08 Mei 2024 | 21 – 22 Mei 2024 || Batch 6 : 05 – 06 Juni 2024 | 25 – 26 Juni 2024
Batch 7 : 06-07 Juli 2026 | 20-21 Juli 2026 || Batch 8 : 03-04 Agustus 2026 | 19-20 Agustus 2026
Batch 9 : 07-08 September 2026 | 21-22 September 2026 || Batch 10 : 05-06 Oktober 2026 | 19-20 Oktober 2026
Batch 11 : 02-03 November 2026 | 16-17 November 2026 || Batch 12 : 07-08 Desember 2026 | 14-15 Desember 2026
–
Catatan: Jadwal tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta.Training Afe Budget Migas Jakarta Fixed Running
Biaya dan Lokasi Pelatihan : Pelatihan Estimasi Biaya Proyek Afe Di Jakarta
Training Efe Project Pasti Jalan
- Yogyakarta, Hotel Dafam Malioboro
- Jakarta, Hotel Amaris Tendean
- Bandung, Hotel Golden Flower
- Bali, Hotel Ibis Kuta
Catatan :Biaya diatas belum termasuk akomodasi/penginapan.Training Estimasi Biaya Proyek Afe Jakarta Pasti Running
Investasi Pelatihan Jakarta Training: Pelatihan Efe Project Di Jakarta
- Investasi pelatihan selama tiga hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel free to contact us.
- Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.
Fasilitas Pelatihan di Jakarta Training: Training Afe Budget Preparation Skills Of Oil & Gas Projects Di Jakarta Murah
-
- Hotel
- Module / Handout
- FREE Flashdisk
- Sertifikat
- FREE Bag or bagpackers (Tas Training)
- Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)
- 2xCoffe Break & 1 Lunch, Dinner
- FREE Souvenir Exclusive
- Training room full AC and Multimedia
Technorati Tags: training afe budget preparation skills of oil & gas projects di jakarta,training afe budget migas di jakarta,training estimasi biaya proyek afe di jakarta,training efe project di jakarta,pelatihan afe budget preparation skills of oil & gas projects di jakarta


Pengolahan limbah industri, khususnya air limbah perlu dilakukan secara tepat, karena pengolahan limbah yang kurang tepat akan menyebabkan pencemaran lingkungan yang dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan. Air limbah dalam kegiatan industri banyak mengandung zat-zat kimia berbahaya yang berasal dari sisa bahan baku, sisa pelarut atau bahan aditif, produk terbuang atau gagal, pencucian dan pembilasan peralatan dan blowdown serta beberapa peralatan seperti kettle boiler, sistem air pendingin, serta sanitary wastes. Agar dapat memenuhi standar baku mutu, sebuah perusahaan atau industri harus menerapkan prinsip pengendalian limbah secara cermat dan terpadu baik di dalam proses produksi (in-pipe pollution prevention) maupun setelah proses produksi (end-pipe pollution prevention). Pengendalian dalam proses produksi bertujuan untuk mengurang volume limbah yang ditimbulkan, juga konsentrasi dan toksisitas kontaminannya. Sedangkan pengendalian setelah proses produksi dimaksudkan untuk menurunkan kadar
Setelah mengikuti pelatihan ini, maka peserta dapat :
Industri konstruksi pada saat ini semakin hari semakin berkembang. Seiring dengan berkembangnya teknologi konstruksi maka teknologi bahan bangunan pun ikut berkembang. Diperlukan bahan bangunan dengan mutu dan kualitas tinggi untuk mendukung pembangunan. Penggunaan bahan bangunan tentu berbeda –beda sesuai dengan fungsinya. Maka dari itu perlu pengetahuan tentang jenis dan karakteristik bahan bangunan.
Pelatihan teknisi Air Conditioning (AC) System akan melatih para teknisi dan engineer diperusahaan agar memiliki pengetahuan tentang kontruksi, komponen dan prinsip kerja sistem AC beserta cara pemeliharaan dan perawatan, pemeriksaan dan penggantian beberapa komponennya yang sesuai dengan prosedur yang benar dan standar kesehatan dan keselamatan kerja. Unjuk kerja system AC yang sesuai dengan standar dan kebutuhan akan menjamin kelangsungan dan kestabilan operasi mesin produksi. Kegagalan sistem pendinginan akan mengakibatkan kerusakan peralatan dan terganggunya kontinuitas operasi sistem sehingga kinerja produksi akan menurun.Pelatihan ini dapat memberikan solusi terhadap masalah pengoperasian, pemeliharaan dan trouble shooting system AC di unit produksi.
Tidak sulit menemukan sungai di wilayah Indonesia. Hampir setiap wilayah memiliki sungai. Namun pada beberapa wilayah di Indonesia banyak sungai yang sudah disalah fungsikan sebagai tempat pembuangan sampah. Hal tersebut menyebabkan bencana banjir dibeberapa wilayah Indonesia terutama kota-kota besar. Sungai mempunyai salah satu fungsi sebagai pengendali banjir. Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari potensi sumberdaya sungai, bendungan, dan waduk. Oleh karena itu sangat penting untuk memahami teknik sungai.

Sebelum HPS/OE menjadi salah satu persyaratan dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah terutama dalam kaitannya dengan penetapan pemenang pengadaan barang/jasa, maka yang menjadi acuan adalah barang/jasa yang diperoleh melalui proses ini harus mencerminkan harga yang wajar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Proyek merupakan suatu kegiatan sementara yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu dengan sumber daya-sumber daya dan waktu yang telah ditentukan. Dalam melaksanakan sebuah proyek, dana menjadi salah satu faktor terpenting karena berkaitan dengan pembelian kebutuhan dalam penyelesaian sebuah proyek. Perencanaan sumber dana yang disusun secara sistematis untuk pengalokasian dana yang dibutuhkan bagi kegiatan dalam sebuah proyek disertai dengan waktu yang dibutuhkan dalam penggunaan dana tersebut dalam satu periode penyelesaian proyek disebut dengan anggaran. Dalam penyusunan sebuah anggaran proyek, diperlukan ketelitian dan pemahaman agar tidak terjadi kelebihan ataupun kekurangan ketika proses telah berjalan. Maka dari itu training ini dilakukan agar para pengendali proyek dapat menyusun anggaran secara efektif, tepat dan efisien.
Laporan dibuat adalah sebagai bentuk wujud pertanggungjawaban kepada para pemangku kepentingan. Menurut ISO 26000 (pedoman tentang tanggung jawab sosial organisasi) dan GRI, pelaporan keberlanjutan yang baik mempunyai kriteria tingkat pengungkapan yang terdiri dari tiga tingkat, yakni C, B, dan A. Tingkat A menunjukkan bahwa perusahaan melaporkan cukup banyak aspek yang artinya semakin baik, disusul jumlah lebih rendah, yakni tingkat A dan B. Laporan keberlanjutan sebaiknya juga mudah dipahami dan mampu merespon kebutuhan pemangku kepentingan, akurat dalam arti secara fakta benar dan menyediakan detail yang dibutuhkan dan seimbang yang berarti menyampaikan prestasi positif maupun keterbatasan perusahaan, tepat waktu, dan mudah diakses. Maka dari itu kami adakan pelatihan ini, yang akan memberikan pemahaman mengenai pembuatan laporan keberlanjutan untuk bisnis berkelanjutan.