PELATIHAN UU KETENAGA-KERJAAN, OUTSOURCING, IMPLEMENTASI DAN PERMASALAHANNYA
TRAINING UU KETENAGA-KERJAAN, OUTSOURCING, IMPLEMENTASI DAN PERMASALAHANNYA
PELATIHAN UU KETENAGA-KERJAAN, OUTSOURCING, IMPLEMENTASI DAN PERMASALAHANNYA
Deskripsi PELATIHAN UU KETENAGA-KERJAAN, OUTSOURCING, IMPLEMENTASI DAN PERMASALAHANNYA :
Dalam pelatihan ini akan membahas masalah perancangan konsep perjanjian, penyelesaian dalam permasalahan hubungan industrial, dan manajemen PHK serta implementasi manajemen K3 dalam operasional perusahaan bahkan akan membahas kebijakan pemerintah dalam menangani teknis pembayaran pesangon pada pekerja yang di PHK sesuai dengan ketentuan yang berlaku yang mempunyai efek konsekuensi dalam penjelasan hak dan kewajiban baik pengusaha maupun pekerja serta sebagai dasar pegangan hukum bila terjadi perselisihan di masa yang akan datang.
Didalam Undang – undang No. 13 Tahun 2003 dibahas mengenai Ketenagakerjaan yang disebutkan bahwa hubungan kerja terjadi karena adanya perjanjian kerja antara pengusaha dan pekerja / buruh. Dan diperkuat lagi terbitnya Undang – undang No. 2 Tahun 2004 mengenai Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial yang memiliki dampak sangat besar dalam penanganan masalah-masalah perselisihan perburuhan di Indonesia.
Meskipun Undang-undang tersebut telah satu tahun terlambat untuk diimplementasikan disebabkan faktor teknis, Pemerintah, Januari 2006 lalu sudah melakukan tekadnya dalam menerapkan UU tersebut, yang sekaligus menghapuskan fungsi P4D maupun P4P yang selama ini berfungsi sebagai lembaga penyelesaian perselisihan perburuhan tingkat daerah dan pusat. Didalam UU kedua tersebut telah diatur beberapa hal mengenai apa saja yang harus tertuang dalam perjanjian kerja, persyaratan dan konsekwensinya.
Dimana terbagi kedalam 2 (dua) perbedaan yaitu : Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) , Perjanjian Kerja Waktu Tak Tertentu (PKWTT), dan Borongan Pekerjaan (Outsourcing), Penyelesaian Hubungan Industrial dan PHK. Namun, dalam perjalanan waktu ada beberapa peraturan yang akan berubah terkait dalam perlindungan mengenai hak – hak pekerja terutama dalam mekanisme teknis pembayaran pesangon pekerja yang di PHK. Direncanakan peraturan tersebut akan rampung pada tahun 2007 ini dengan melakukan hearing pada pihak – pihak yang terkait dalam penentuan kebijakan tersebut.
Materi PELATIHAN UU KETENAGA-KERJAAN, OUTSOURCING, IMPLEMENTASI DAN PERMASALAHANNYA :
1. Outsourcing
* Pemahaman Pengertian Outsourcing
* Outsourcing dalam Trend Bisnis Global dan Perspektif Pengusaha
* Syarat-syarat Penyerahan Sebagian Pelaksanaan Pekerjaan kepada perusahaan Lain
* Syarat-syarat Pekerjaan yang dapat diserahkan
* Tata Cara Perijinan Perusahaan Penyedia Jasa Pekerja/Buruh
2. PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu)
* Perjanjian Kerja dan Jenisnya
* Dasar-dasar Pembuatan Perjanjian Kerja
* PKWT untuk pekerjaan yang sekali selesai atau sementara sifatnya yang penyelesaiannya paling lama 3 (tiga) tahun
* Kewajiban Pengusaha dalam PKWT 5. Perubahan PKWT menjadi PKWTT
3. PKWTT (Perjanjian Kerja Waktu Tak Tertentu)
* Perjanjian Kerja dan Jenisnya
* Dasar-dasar Pembuatan Perjanjian Kerja
* Kewajiban Pengusaha dalam PKWTT
4. Studi Kasus Dan Contoh Bentuk Draft Perjanjian
* Outsourcing
* PKWT
* PKWTT
5. Manajemen Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Berdasarkan UU No. 2 / 2004
6. Manajemen Solusi Efektif Dalam Menyelesaikan PHK Tanpa Konflik
* Kebijakan
* Manajemen PHK Moderen
* Pemecahan Perselisihan
7. Kebijakan Manajemen K3 Pada Kegiatan Operasional Perusahaan
8. Pengembangan Program Jamsostek Dalam Perlindungan Pekerja Yang Di PHK
* Kebijakan dan Peraturan Yang Berlaku Dalam Perlindungan Pekerja Yang Di PHK
* PT Jamsostek Sebagai Salah Satu Badan Penyelenggara Jaminan Sistem Tenaga Kerja
* Rancangan Peraturan Pemerintah Mengenai Pembayaran Pesangon Pekerja Yang Di PHK Melalui PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek)
Peserta PELATIHAN UU KETENAGA-KERJAAN, OUTSOURCING, IMPLEMENTASI DAN PERMASALAHANNYA :
Staf dan Manajer HRD, GA, Seluruh Karyawan & Public.
Instructor
Dr. Leli Joko Suryono, SH., M.Hum
Jadwal Pelatihan Jakarta Training 2026 :
Batch 1 : 05-06 Januari 2026 | 19-20 Januari 2026 || Batch 2 : 02-03 Februari 2026 | 18-19 Februari 2026
Batch 3 : 05 – 06 Maret 2024 | 19 – 20 Maret 2024 || Batch 4 : 03 – 04 April 2024 | 23 – 24 April 2024
atch 5 : 07 – 08 Mei 2024 | 21 – 22 Mei 2024 || Batch 6 : 05 – 06 Juni 2024 | 25 – 26 Juni 2024
Batch 7 : 06-07 Juli 2026 | 20-21 Juli 2026 || Batch 8 : 03-04 Agustus 2026 | 19-20 Agustus 2026
Batch 9 : 07-08 September 2026 | 21-22 September 2026 || Batch 10 : 05-06 Oktober 2026 | 19-20 Oktober 2026
Batch 11 : 02-03 November 2026 | 16-17 November 2026 || Batch 12 : 07-08 Desember 2026 | 14-15 Desember 2026
–
Catatan: Jadwal tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta.Training Afe Budget Migas Jakarta Fixed Running
Biaya dan Lokasi Pelatihan : Pelatihan Estimasi Biaya Proyek Afe Di Jakarta
Training Efe Project Pasti Jalan
- Yogyakarta, Hotel Dafam Malioboro
- Jakarta, Hotel Amaris Tendean
- Bandung, Hotel Golden Flower
- Bali, Hotel Ibis Kuta
Catatan :Biaya diatas belum termasuk akomodasi/penginapan.Training Estimasi Biaya Proyek Afe Jakarta Pasti Running
Investasi Pelatihan Jakarta Training: Pelatihan Efe Project Di Jakarta
- Investasi pelatihan selama tiga hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel free to contact us.
- Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.
Fasilitas Pelatihan di Jakarta Training: Training Afe Budget Preparation Skills Of Oil & Gas Projects Di Jakarta Murah
-
- Hotel
- Module / Handout
- FREE Flashdisk
- Sertifikat
- FREE Bag or bagpackers (Tas Training)
- Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)
- 2xCoffe Break & 1 Lunch, Dinner
- FREE Souvenir Exclusive
- Training room full AC and Multimedia
Technorati Tags: training afe budget preparation skills of oil & gas projects di jakarta,training afe budget migas di jakarta,training estimasi biaya proyek afe di jakarta,training efe project di jakarta,pelatihan afe budget preparation skills of oil & gas projects di jakarta




As the foremost generic framework in the field of Information Systems (IS) and Information Technology (IT) Architecture, TOGAF constitutes of crucial and major guidance on what to do to establish an architecture process and practice, how to leveragethem in conjunction with planning longer-term transformation of the enterprise and strategic architecture and designing further capabilities further to bring it forward.


Transportasi dan distribusi adalah fase yang sangat krusial dalam proses supply chain suatu produk. Kedua hal ini adalah merupakan ujung tombak keberhasilan suatu perusahaan dalam memenangkan persaingan dengan kompetitornya. Tidak sedikit konsumen berpindah dari suatu perusahaan kepada perusahaan lain, dikarenakan pasokan barang yang tidak menentu dari sudut waktu serta ketidakjelasan dalam kesanggupan memenuhi demand. Perencanaan yang baik dari mulai moda transportasi apa yang akan digunakan, rute mana yang harus dilalui dan juga tingkat skala prioritas apa yang harus ditempuh sangatlah berpengaruh kepada pencitraan suatu produk di mata konsumen. Hal yang tidak kalah penting dari transportasi adalah masalah penentuan lokasi gudang distribusi dan juga lokasi pabrik itu sendiri. Penentuan lokasi akan sangat berpengaruh kepada tingkat kecepatan untuk melayani konsumen. Oleh karena itu diperlukan perencanaan yang komprehensif mulai dari transportasi, distribusi sampai dengan penentuan lokasi.
Management is the art of getting things done with and through others. In today’s fast-changing environment, there no time to ease our way into our new position. This seminar will help you lay the foundation for your management career and provide you with tools you need to make a successful transition into your new role. At the end of this course, you will better understand yourself and everyone around you, and be ale to improve the ways in which you manage you direct reports, peers, boss and your work environment.



Pada bisnis yang mengedepankan “sistem” keberadaan Standard Operating Procedure (SOP)merupakan hal yang mutlak. Sistem pada perusahaan identik dengan menonjolkan kerja sama bukan individual, penerapan sistem bertujuan pelaksanaan layanan-layanan sesuai mutu yang ditentukan dan konsisten dari waktu ke waktu serta dimanapun disediakannya layanan tersebut. Setiap bisnis boleh memilih dan menentukan bagaimana memberikan layanan-layanan/ produknya. Pada bisnis franchise yang sudah mapan contohnya, dimanapun outlet franchisenya yang baru dibuka, disana para pelanggan akan menikmati kenyamanan “atmosphere” dan layanan-layanan yang sama sebagaimana yang sudah terekam dalam benak pelanggan. Bagaimana franchise tersebut bisa melakukannya? Jawabannya dengan menerapkan “sistem” atau kata lainnya adalah SOP.