PELATIHAN Teknik Penyelesaian Konflik dan Perselisihan Hubungan Industrial di Tempat Kerja
TRAINING Teknik Penyelesaian Konflik dan Perselisihan Hubungan Industrial di Tempat Kerja
PELATIHAN Teknik Penyelesaian Konflik dan Perselisihan Hubungan Industrial di Tempat Kerja
Deskripsi PELATIHAN Teknik Penyelesaian Konflik dan Perselisihan Hubungan Industrial di Tempat Kerja
Realitas dan dinamika permasalahan ketenagakerjaan sangat bersifat multidimensional serta dipengaruhi dan mempengaruhi berbagai faktor dengan pola relasi yang kompleks. Situasi ini membutuhkan adanya penyelesaian permasalahan hubungan industrial dengan menggunakan kebijakan dan pendekatan yang terintegrasi dan sistematis.
Kompleksitas permasalahan di bidang ketenagakerjaan ditandai oleh masih rendahnya kualitas tenaga kerja, tingkat upah dan produktivitas yang masih rendah, perselisihan dan hubungan industrial yang semakin kompleks, PHK, dan rendahnya jaminan kesejahteraan purna kerja.
Dari realitas tersebut, upaya penyelesaian konflik dan perselisihan hubungan industrial perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pihak, terutama pihak perusahaan dan pemerintah. Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan yang tertuang dalam UU No. 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. UU ini memberi prioritas terhadap penyelesaian konflik & perselisihan hubungan industrial melalui lembaga bipartit dan diikuti dengan penyelesaian melalui proses mediasi atau konsiliasi atau proses penyelesaian melalui lembaga arbitrase. Proses-proses penyelesaian ini merupakan bagian yang sangat penting yang harus dilalui sebelum melakukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial. Proses-proses di luar pengadilan ini bersifat sukarela dan dilandasi iktikad baik dari pihak-pihak yang terlibat dalam konflik serta juga merupakan upaya agar permasalahan hubungan industrial dapat segera diselesaikan secara mandiri dan efektif di tingkat perusahaan. Fokus dari workshop ini adalah
penyelesaian konflik dan perselisihan hubungan industrial di internal perusahaan atau luar pengadilan, sehingga diharapkan penyelesaian ini dapat tercapai secara cepat, murah, efektif dan menjamin keadilan bagi semua pihak yang terlibat.
Materi PELATIHAN Teknik Penyelesaian Konflik dan Perselisihan Hubungan Industrial di Tempat Kerja
* Konsep & Praktek Manajemen Konflik Industrial
* Negosiasi dalam Penyelesaian Konflik & Perselisihan Hubungan Industrial
* Mediasi dalam Penyelesaian Konflik & Perselisihan Hubungan Industrial
* Penyelesaian Konflik & Perselisihan Hubungan Industrial dalam Praktek
* Prinsip-Prinsip Penyelesaian Konflik & Perselisihan Hubungan Industrial
* Keberadaan & Kontribusi Mediator, Konsiliator, dan Arbiter dalam Penyelesaian Konflik & Perselisihan Hubungan Industrial
Tujuan PELATIHAN Teknik Penyelesaian Konflik dan Perselisihan Hubungan Industrial di Tempat Kerja
Setelah mengikuti workshop ini, peserta diharapkan mampu untuk menggali lebih dalam teknik-teknik menyelesaikan perselisihan dan konflik hubungan industrial di internal perusahaan atau luar jalur peradilan dengan mengedepankan prinsip win-win solutions melalui kajian empiris dan teoritis sebagaimana diatur dalam Peraturan Perundangan yang berlaku di Indonesia.
Metode PELATIHAN Teknik Penyelesaian Konflik dan Perselisihan Hubungan Industrial di Tempat Kerja
Presentasi, Tanya Jawab, Studi Kasus, Latihan, Brainstorming, Diskusi, Games.
Jadwal Pelatihan Jakarta Training 2026 :
Batch 1 : 05-06 Januari 2026 | 19-20 Januari 2026 || Batch 2 : 02-03 Februari 2026 | 18-19 Februari 2026
Batch 3 : 05 – 06 Maret 2024 | 19 – 20 Maret 2024 || Batch 4 : 03 – 04 April 2024 | 23 – 24 April 2024
atch 5 : 07 – 08 Mei 2024 | 21 – 22 Mei 2024 || Batch 6 : 05 – 06 Juni 2024 | 25 – 26 Juni 2024
Batch 7 : 06-07 Juli 2026 | 20-21 Juli 2026 || Batch 8 : 03-04 Agustus 2026 | 19-20 Agustus 2026
Batch 9 : 07-08 September 2026 | 21-22 September 2026 || Batch 10 : 05-06 Oktober 2026 | 19-20 Oktober 2026
Batch 11 : 02-03 November 2026 | 16-17 November 2026 || Batch 12 : 07-08 Desember 2026 | 14-15 Desember 2026
–
Catatan: Jadwal tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta.Training Afe Budget Migas Jakarta Fixed Running
Biaya dan Lokasi Pelatihan : Pelatihan Estimasi Biaya Proyek Afe Di Jakarta
Training Efe Project Pasti Jalan
- Yogyakarta, Hotel Dafam Malioboro
- Jakarta, Hotel Amaris Tendean
- Bandung, Hotel Golden Flower
- Bali, Hotel Ibis Kuta
Catatan :Biaya diatas belum termasuk akomodasi/penginapan.Training Estimasi Biaya Proyek Afe Jakarta Pasti Running
Investasi Pelatihan Jakarta Training: Pelatihan Efe Project Di Jakarta
- Investasi pelatihan selama tiga hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel free to contact us.
- Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.
Fasilitas Pelatihan di Jakarta Training: Training Afe Budget Preparation Skills Of Oil & Gas Projects Di Jakarta Murah
-
- Hotel
- Module / Handout
- FREE Flashdisk
- Sertifikat
- FREE Bag or bagpackers (Tas Training)
- Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)
- 2xCoffe Break & 1 Lunch, Dinner
- FREE Souvenir Exclusive
- Training room full AC and Multimedia
Technorati Tags: training afe budget preparation skills of oil & gas projects di jakarta,training afe budget migas di jakarta,training estimasi biaya proyek afe di jakarta,training efe project di jakarta,pelatihan afe budget preparation skills of oil & gas projects di jakarta



Banyak perusahaan sedang dalam proses menata diri menjadi perusahaan profesional, sedang berusaha mengembangkan sistem sumber daya manusia yang ada dapat secara efektif dan efisien meningkatkan kualitas sumber daya manusianya, serta meningkatkan kontribusinya dalam strategi perusahaan. Oleh karena itu, pengembangan sistem sumber daya manusia yang sistematis, terstruktur dan terukur tidak berhenti-berhentinya dilakukan, salah satunya adalah dengan menyelaraskannya dengan strategi perusahaan. Suatu alat untukmengukur dan mengelola kontribusi strategik dari peran sistem sumber daya manusia dalam menciptakan nilai untuk mencapai strategi perusahaan adalah Human Resource Scorecard (HR Scorecard)
Penilaian Kinerja dan Karir dalam proses Manajemen SDM mempunyai peran penting bagi perusahaan. Dengan sistem yang tepat, hasil dari proses penilaian kinerja dan karir dapat digunakan untuk kepentingan strategis perusahaan, misalnya untuk proses promosi, pengembangan karir, reward dan punishment dan tentunya secara sistemik dapat digunakan untuk memetakan kekuatan dan daya saing SDM perusahaan.


Pelatihan ini memberikan kerangka acuan dalam memahami, mengikuti perubahan dan perkembangan serta aplikasi aspek-aspek fundamental perpajakan yang menyangkut: pengertian dan penggolongan, pengukuran dan prosedur pembayaran pajak terutang, pengakuan atau pencatatan dan penggolongan dokumen serta pelaporan berbagai macam pajak baik pusat maupun daerah menurut undang-undang dan peraturan pajak yang berlaku saat ini, serta dampaknya terhadap laporan keuangan perusahaan. Melalui pemahaman yang benar peserta diharapkan dapat mengaplikasikan berbagai peraturan pajak dalam melakukan perencanaan pajak perusahaan ke depan. Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan mengikuti pelatihan Tax Planning.
Hari pertama:
Lahan gambut memiliki caranya sendiri dalam prakteknya. Sebab, kandungan yang dimiliki oleh tanah gambut berbeda dengan tanah mineral pada umumnya. Kandungan tanah di lahan gambut berbeda dari tanah mineral. Sekitar 90 persen tanah gambut merupakan kandungan air dan 10 persen merupakan padatan dan pori atau udara. Sehingga diperlukan sistem pengelolaan air yang tepat dalam pemanfaatannya. Water management adalah mengontrol pergerakan sumber daya air untuk meminimalkan kerusakan kehidupan atau properti dan memaksimalkan penggunaan air yang bermanfaat efisien. Sistem pengelolaan air irigasi membuat paling efisien penggunaan persediaan air terbatas untuk lahan gambut.
Peran pengawas operasional madya sebagai pengawas tingkat manajemen menengah (middle management) yang bertanggung jawab dalam pengelolaan K3 dan lingkungan pertambangan perlu diberikan pembekalan agar kompeten dalam melakukan pengawasan tingkat manajemen menengah, sesuai dengn Keputusan Dirjen Geologi dan Sumber Daya Mineral No. 0228.K/40/DJG/2003 tentang Kompetensi Pengawasan Operasional pada perusahaan pertambangan mineral dan batubara serta panas bumi untuk dilakukan uji kompetensi bagi pengawas operasional.